Kamis, 09 Juni 2011

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBERIAN INJEKSI INTRA VENA LEWAT SALURAN INFUS


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PEMBERIAN INJEKSI INTRA VENA LEWAT SALURAN INFUS


A.      Pengertian
Memasukan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dengan melalui saluran infus
B.      Tujuan
Sebagai tindakan pengobatan
C.      Prosedur
1.       Pra Tahap Interaksi
a.       Mengecek status pasien dan mengkaji kebutuhan pasien terkait pemberian obat
b.      Menyiapkan alat
Ø  Baki berisi            :
-          Obat yang akan diberikan
-          Spuit atau disposibel spuit steril
-          Desinfektan : Alcohol 70% dan Povidon iodine 10%
-          Kapas alcohol atau kassa swap
-          Lidi kapas dan kassa steril pada tempatnya
-          Pengalas
-          Bengkok dan galiot (kom kecil)
-          Jam tangan yang ada detikan
Ø  Alat pelindung diri : sarung tangan
Ø  Alat tulis, form dokumentasi atau buku catatan injeksi
c.       Menjaga lingkungan : Atur pencahayaan, jaga privacy klien, tutup pintu dan jendela/korden
D.      Tahap orientasi
1.       Memberikan salam
2.       Mengklarifikasi kontrak atau pemberian obat
3.       Menjelaskan tujuan dan prosedur pemberian obat
4.       Memberi kesempatan klien untuk bertanya
5.       Mendekatkan alat ke klien
E.       Tahap Kerja
1.       Perawat mencuci tangan
2.       Memakai sarung tangan bersih
3.       Menyiapkan obat sesuai dengan prinsip 6 benar*
4.       Mengatur posisi pasien untk penyuntikan
5.       Memasang perlak dan pengalasnya pada area dibawah yang terpasang infus
6.       Mengecek kelancaran tetesan infuse sebelum obat dimasukkan
7.       Memastikan tidak ada udara pada suit disposibl yang berisi obat*
8.       Mematikan atau mengklame infuse*
9.       Melakukan disinfektan pada area karet saluran infuse set pada saluran infuse
10.   Menusukkan jarum ke bagian karet saluran infuse dengan hati-hati degan kemiringan jarum 15-45 derajat
11.   Melakukan aspirasi atau menghisap spuit disposable untuk memastikan bahwa obat masuk ke saluran vena dengan baik. Jika saat aspirasi terlihat darah keluar ke selang infuse maka obat siap untuk dimasukkan*
12.   Memasukkan obat secara perlahan dengan mendorong pegangan disposable spuit sampai obat habis
13.   Mencabut jarum dari bagian karet saluran infuse dengan mendidih kapas pada lokasi tusukan jarum tadi
14.   Membuka klem cairan infuse dan mengobservasi kelancaran tetesan aliran infuse
15.   Membuang disposable spuit ke bengkok
16.   Menghitung tetesan infuse sesuai dengan ketentuan program pemberian cairan
17.   Membereskan pasien
18.   Membereskan alat-alat
19.   Melepas sarung tangan
20.   Mencuci tangan

F.       Tahap Terminasi
1.       Mengevaluasi respon klien
2.       Menyimpulkan hasil kegiatan
3.       Memberi pesan (menjaga posisi dan kelancaran)
4.       Melakukan kontrak selanjutnya (waktu, tempat, topik/kegiatan)

G.     Pendokumentasian
1.       Nama pasien
2.       Jenis obat
3.       Jumlah dosis
4.       Rute pemberian obat
5.       Respon pasien
6.       Heri/tanggal/jam pemasangan
7.       Tanda tangan perawat

Selasa, 07 Juni 2011

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MELAKUKAN PERAWATAN KATETER LAKI-LAKI


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
MELAKUKAN PERAWATAN KATETER LAKI-LAKI

A.      Pengertian
Perawatan kateter adalah merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu melakukan perawatan kateter sendiri.
B.      Tujuan
Untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga kebersihan penis.
C.      Indikasi
Dilakukan pada pasien yang terpasang kateter permanent.
D.      Prosedur Kerja
1.       Tahap Pre Interaksi
a.       Persiapan perawat
Ø  Identifiksi catatan keperawatan dan medis pasien
Ø  Perawat mencuci  tangan.
b.      Persiapan Pasien
Ø  Menjelaskan prosedur kepada pasien
Ø  Memberikan privacy kepada pasien dengan cara menutup pintu atau pasang tirai
c.       Persiapan alat
Ø  Kapas sublimat atau desinfektan
Ø  Kassa steril
Ø  Pinset
Ø  Bengkok
Ø  Larutan desinfektan sesuai kebutuhan
Ø  Pengalas
Ø  Sarung tangan
2.       Tahap Orientasi
a.       Memberikan salam, panggil pasien dengan namanya
b.      Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada pasien/keluarga
3.       Tahap Kerja
a.       Memberikan pasien bertanya sebelum tindakan dilakukan.
b.      Perawat mencuci tangan.
c.       Pastikan privacy pasien terjaga.
d.      Mengatur posisi pasien dengan posisi Supinasi/Terlentang.
e.      Memasang pengalas diletakkan dibawah glutes pasien.
f.        Melakukan tindakan perawatan kebersihan penis dengan tangan kiri memegang penis, tangan kanan membersihkan penis dengan cara memutas sampai di belakan penis sampai bersih, kemudian skrotum dibersihkan dari arah depan ke belakang, kapas yang kotor dibuang ke bengkok.
g.       Tangan kiri mengfiksasi kateter, tangan kanan melakukan pada selang kateter kurang lebih 10cm dari pangkal kateter.
h.      Setelah selesai ambil pengalas, pasien diatur posisinya seperti semula.
4.       Tahap Terminasi
a.       Mengevaluasi perasaan pasien
b.      Menyimpulkan hasil kegiatan
c.       Melakukan kontrak untuk kegiatan selnajutya
d.      Perawat mencuci tangan
5.       Dokumentasi
a.       Mencatat hasil pemerikasaan kedalam catatan keperawatan